Kamis, 09 November 2017

HASIL EVALUASI KURIKULUM 2013 DI SD

Hasil evaluasi implementasi Kurikulum 2013 di SD yang saya surve. Menunjukkan kondisi guru 92% telah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, buku 100% telah memenuhi jumlah peserta didik dan guru, kondisi sarana prasarana 98% memenuhi standar sarana prasarana, dan kondisi RPP 88% sesuai dengan standar proses. Pembelajaran telah sesuai dengan standar proses sebesar 89% dan evaluasi pembelajaran telah sesuai dengan standar penilaian sebesar 90%.  88% kelas yang  di surve,  peserta didik memberikan respon positif terhadap pembelajaran dan seluruh peserta didik (100%) memperoleh hasil belajar di atas ketuntasan minimal.\

Kamis, 02 November 2017

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD

Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru yang di luncurkan oleh departemen pendidikan nasional mulai tahun 2013 ini sebagai bentuk pengembangan dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2006 atau kurikulum tingkat satuan pendidikan yang mencangkup  kompetensi sikap,pengetahuan,dan keterampilan secara terpadu.
Faktor pendukung implementasi Kurikulum 2013 meliputi buku pedoman yang diberikan ketika sosialisasi Kurikulum 2013, arahan dari pengawas, fasilitas sekolah, dan sosialisasi yang diberikan oleh LPMP. Dengan adanya faktor pendukung tersebut guru-guru memanfaatkan dengan cara menggunakan buku pedoman untuk menyusun berbagai administrasi kurikulum, memanfaatkan fasilitas sekolah semaksimal mungkin untuk menunjang pembelajaran, mengikuti setiap sosialisasi yang diberikan oleh LPMP, dan mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapi bersama dengan kepala sekolah. Apabila kepala sekolah dan guru tidak menemukan solusi dari masalah yang ada, maka kepala sekolah meminta bantuan kepada pengawas sekolah untuk mencari solusi dari masalah tersebut.
Orang tua peserta didik dan peserta didik juga merupakan salah satu pendukung dalam implementasi Kurikulum 2013. Orang tua peserta didik memberikan dukungan dengan membantu dan mengawasi anak belajar di rumah serta orang tua mendukung adanya Kurikulum 2013 karena hal itu bisa memudahkan anak dalam belajar. Peserta didik juga merasa senang dengan adanya Kurikulum 2013 karena mereka tidak merasa bosan belajar materi terlalu banyak karena pada Kurikulum 2013 materi pelajaran berisikan mengenai penggabungan dari beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema.
Hambatan yang dihadapi oleh pihak sekolah terutama guru dalam implementasi Kurikulum 2013 yaitu :
1.      Masih adanya peserta didik yang belum bisa membaca, membedakan huruf, dan angka untuk Kelas I,
2.      Materi terlalu banyak dan harus diselesaikan dengan target satu tema 1,5 bulan,
3.      Terlalu banyak administrasi yang harus diselesaikan, pembuatan RPP harus mencantumkan tiga pendekatan, satu RPP digunakan untuk satu kali pertemuan atau untuk satu PB,
4.      Pembelajaran tidak selalu tuntas dalam satu PB padahal satu PB harus selesai dalam satu hari, guru merasa kesulitan dalam membagi waktu antara pelaksanaan pembelajaran dan administrasi, serta guru kesulitan dalam melakukan penilaian karena penilaian yang cukup banyak.


Dari sekolah yang saya tinjau dalam mengatasi masalah terkait materi yang belum selesai yakni:
1.    Guru memberikan tugas mandiri terkait dengan materi yang belum tuntas
2.    Memberikan tambahan materi pada hari selanjutnya
3.    Sebelum masuk pembelajaran baru guru meminta bantuan kepada walimurid untuk membantu anak memahami secara detail tema yang belum selesai.
Pemecahan masalah dalam mengatasi kendala dalam implementasi Kurikulum 2013 terkait dengan penilaian, guru menggunaan portofolio, penilaian kelompok, membuat rubrik penilaian, dan meminta siswa melakukan penilaian sendiri.
 Cara guru mengatasi masalah terkait dengan adanya peserta didik yang belum bisa membaca dan menulis di SDN 18/X Mendahara yaitu :
1. Dengan cara guru memberitahu perkembangan kepada walimurid untuk membantu membimbing anaknya belajar membaca dan menulis.
2.   Guru bekerjasama dengan guru lain yang juga mengikuti sosialisasi pelaksanaan Kurikulum 2013 untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.
Sosialisasi dalam implementasi kurikulum sangat penting dilakukan, agar semua pihak yang terlibat dalam implementasinya di lapangan paham dengan perubahan yang harus dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, sehingga mereka memberikan dukungan terhadap perubahan kurikulum yang dilakukan.
SDN 18/X mendahara dalam implementasi Kurikulum 2013 juga melakukan sosialisasi terhadap guru-guru dan walimurid, selain itu guru-guru dan kepala sekolah juga mengikuti diklat yang diadakan oleh pemerintah untuk kesuksesan implementasi Kurikulum 2013. Diklat Kurikulum 2013 tidak hanya diikuti oleh kepala sekolah dan guru kelas, melainkan juga diikuti oleh guru matapelajaran seperti guru agama dan guru olahraga.
Di SDN 18/X Mendahara, para guru ini melakukan observasi pada setiap pembelajaran untuk melihat sikap peserta didik dalam memperoleh pembelajaran, keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah, dan juga pengetahuan yang di miliki oleh peserta didik. Sistem penilaian pada akhir semester atau rapor dalam Kurikulum 2013 menggunakan sistem narasi, sehingga nilai rapor tidak lagi berupa angka melainkan berupa deskripsi kemampuan peserta didik berdasarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dimiliki pada setiap KD. SKL pada Kurikulum 2013 mencantumkan mengenai sikap, pengetahuan, dan keterampilan sehingga tidak ada peserta didik yang tidak naik kelas karena setiap peserta didik pasti memiliki kemampuan sendiri-sendiri.
Dan para orang tua peserta didik juga memberikan dukungan terhadap implementasi Kurikulum 2013 dengan mengawasi dan membantu anak ketika belajar di rumah, orang tua peserta didik dan peserta didik juga merasa senang dengan adanya Kurikulum 2013 karena adanya pembelajaran tematik integratif. Adanya pembelajaran tematik bisa memudahkan peserta didik ketika belajar karena tidak terlalu banyak materi yang harus dipelajari dan mereka tidak akan merasa bosan, selain itu orang tua peserta didik yang menanyakan kepada guru mengenai kekurangan dan apa saja yang dibutuhkan oleh guru untuk menunjang proses belajar-mengajar. Jika dirasa tidak terlalu berat, maka orang tua siswa memberikan bantuan dengan mengambilkan dari uang paguyuban yang disertai persetujuan dari semua orang tua peserta didik pada kelas yang bersangkutan.
Alternatif pemecahan masalah dalam implementasi Kurikulum 2013 yang sudah dilakukan di SDN 18/X mendahara terkait dengan pembelajaran yang belum tuntas yakni :
  1.         Guru memberikan tugas tambahan,pada hari berikutnya sebelum jam pelajaran dimulai.
  2.         Guru meminta bantuan kepada walimurid untuk mengawasi dan membimbing anaknya dalam belajar di rumah supaya anak bisa lebih memahami materi yang belum setiap pulang sekolah atau waktu pembelajaran selesai.

Peranan kepala sekolah, guru pelaksana, dan guru bukan pelaksana bisa dikatakan opimal karena kepala sekolah sudah melaksanakan perannya dengan baik yaitu
1.         Memonitoring, membantu guru dalam memecahkan masalah
2.         Menyediakan bantuan berupa materiil dan nonmateriil
3.     SDN 18/X Mendahara sudah mendapatkaan monitoring langsung dari pihak LPMP terkait implementasi Kurikulum 2013 baik kepada kepala sekolah dan juga proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru pelaksana

Evaluasi dalam implementasi kurikulum diperlukan oleh sekolah supaya pemerintah mengetahui kendala yang dialami guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum karena dari masing-masing sekolah kendala yang dihadapi berbeda-beda sehingga pada implementasi Kurikulum 2103 pihak LPMP mendatangi sekolah untuk melakukan monitoring secara langsung terhadap implementasi Kurikulum 2013 di SDN 18/X Mendahara. Kegiatan monitoring dilakukan secara rutin untuk mengetahui apakah ada kesulitan dalam implementasi Kurikulum 2013 di sekolah yang kemudian dari kesulitan-kesulitan yang ada, pihak pemerintah atau LPMP bisa mencarikan solusi supaya masalah yang dihadapi kepala sekolah dan guru bisa terselesaikan.