Hasil
evaluasi implementasi Kurikulum 2013 di SD yang saya surve. Menunjukkan kondisi
guru 92% telah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, buku 100% telah memenuhi
jumlah peserta didik dan guru, kondisi sarana prasarana 98% memenuhi standar
sarana prasarana, dan kondisi RPP 88% sesuai dengan standar proses. Pembelajaran
telah sesuai dengan standar proses sebesar 89% dan evaluasi pembelajaran telah
sesuai dengan standar penilaian sebesar 90%. 88% kelas yang di surve, peserta didik memberikan respon positif
terhadap pembelajaran dan seluruh peserta didik (100%) memperoleh hasil belajar
di atas ketuntasan minimal.\
Kamis, 09 November 2017
Kamis, 02 November 2017
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD
Kurikulum
2013 adalah kurikulum terbaru yang di luncurkan oleh departemen pendidikan
nasional mulai tahun 2013 ini sebagai bentuk pengembangan dari kurikulum
sebelumnya yaitu kurikulum 2006 atau kurikulum tingkat satuan pendidikan yang
mencangkup kompetensi
sikap,pengetahuan,dan keterampilan secara terpadu.
Faktor pendukung implementasi Kurikulum 2013 meliputi buku
pedoman yang diberikan ketika sosialisasi Kurikulum 2013, arahan dari pengawas,
fasilitas sekolah, dan sosialisasi yang diberikan oleh LPMP. Dengan adanya
faktor pendukung tersebut guru-guru memanfaatkan dengan cara menggunakan buku
pedoman untuk menyusun berbagai administrasi kurikulum, memanfaatkan fasilitas
sekolah semaksimal mungkin untuk menunjang pembelajaran, mengikuti setiap
sosialisasi yang diberikan oleh LPMP, dan mencari solusi dari setiap masalah
yang dihadapi bersama dengan kepala sekolah. Apabila kepala sekolah dan guru
tidak menemukan solusi dari masalah yang ada, maka kepala sekolah meminta
bantuan kepada pengawas sekolah untuk mencari solusi dari masalah tersebut.
Orang tua peserta didik dan peserta didik juga merupakan salah
satu pendukung dalam implementasi Kurikulum 2013. Orang tua peserta didik
memberikan dukungan dengan membantu dan mengawasi anak belajar di rumah serta
orang tua mendukung adanya Kurikulum 2013 karena hal itu bisa memudahkan anak
dalam belajar. Peserta didik juga merasa senang dengan adanya Kurikulum 2013
karena mereka tidak merasa bosan belajar materi terlalu banyak karena pada
Kurikulum 2013 materi pelajaran berisikan mengenai penggabungan dari beberapa
mata pelajaran ke dalam satu tema.
Hambatan yang dihadapi oleh pihak sekolah terutama guru dalam
implementasi Kurikulum 2013 yaitu :
1.
Masih adanya peserta didik yang
belum bisa membaca, membedakan huruf, dan angka untuk Kelas I,
2.
Materi terlalu banyak dan harus
diselesaikan dengan target satu tema 1,5 bulan,
3.
Terlalu banyak administrasi yang
harus diselesaikan, pembuatan RPP harus mencantumkan tiga pendekatan, satu RPP
digunakan untuk satu kali pertemuan atau untuk satu PB,
4.
Pembelajaran tidak selalu tuntas
dalam satu PB padahal satu PB harus selesai dalam satu hari, guru merasa
kesulitan dalam membagi waktu antara pelaksanaan pembelajaran dan administrasi,
serta guru kesulitan dalam melakukan penilaian karena penilaian yang cukup
banyak.
Dari sekolah yang saya tinjau dalam mengatasi masalah terkait
materi yang belum selesai yakni:
1.
Guru memberikan tugas mandiri
terkait dengan materi yang belum tuntas
2.
Memberikan tambahan materi pada hari
selanjutnya
3.
Sebelum masuk pembelajaran baru
guru meminta bantuan kepada walimurid untuk membantu anak memahami secara
detail tema yang belum selesai.
Pemecahan masalah dalam mengatasi kendala dalam implementasi
Kurikulum 2013 terkait dengan penilaian, guru menggunaan portofolio, penilaian
kelompok, membuat rubrik penilaian, dan meminta siswa melakukan penilaian
sendiri.
Cara guru mengatasi
masalah terkait dengan adanya peserta didik yang belum bisa membaca dan menulis
di SDN 18/X Mendahara yaitu :
1. Dengan cara guru memberitahu
perkembangan kepada walimurid untuk membantu membimbing anaknya belajar membaca
dan menulis.
2. Guru bekerjasama dengan guru lain yang juga
mengikuti sosialisasi pelaksanaan Kurikulum 2013 untuk mengatasi
masalah-masalah yang dihadapi.
Sosialisasi dalam implementasi kurikulum sangat penting
dilakukan, agar semua pihak yang terlibat dalam implementasinya di lapangan
paham dengan perubahan yang harus dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya masing-masing, sehingga mereka memberikan dukungan terhadap perubahan
kurikulum yang dilakukan.
SDN 18/X mendahara dalam implementasi Kurikulum 2013 juga
melakukan sosialisasi terhadap guru-guru dan walimurid, selain itu guru-guru
dan kepala sekolah juga mengikuti diklat yang diadakan oleh pemerintah untuk
kesuksesan implementasi Kurikulum 2013. Diklat Kurikulum 2013 tidak hanya
diikuti oleh kepala sekolah dan guru kelas, melainkan juga diikuti oleh guru
matapelajaran seperti guru agama dan guru olahraga.
Di SDN 18/X Mendahara, para guru ini melakukan observasi pada
setiap pembelajaran untuk melihat sikap peserta didik dalam memperoleh
pembelajaran, keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah, dan juga
pengetahuan yang di miliki oleh peserta didik. Sistem penilaian pada akhir
semester atau rapor dalam Kurikulum 2013 menggunakan sistem narasi, sehingga
nilai rapor tidak lagi berupa angka melainkan berupa deskripsi kemampuan
peserta didik berdasarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dimiliki
pada setiap KD. SKL pada Kurikulum 2013 mencantumkan mengenai sikap,
pengetahuan, dan keterampilan sehingga tidak ada peserta didik yang tidak naik
kelas karena setiap peserta didik pasti memiliki kemampuan sendiri-sendiri.
Dan para orang tua peserta didik
juga memberikan dukungan terhadap implementasi Kurikulum 2013 dengan mengawasi
dan membantu anak ketika belajar di rumah, orang tua peserta didik dan peserta
didik juga merasa senang dengan adanya Kurikulum 2013 karena adanya
pembelajaran tematik integratif. Adanya pembelajaran tematik bisa memudahkan
peserta didik ketika belajar karena tidak terlalu banyak materi yang harus
dipelajari dan mereka tidak akan merasa bosan, selain itu orang tua peserta
didik yang menanyakan kepada guru mengenai kekurangan dan apa saja yang
dibutuhkan oleh guru untuk menunjang proses belajar-mengajar. Jika dirasa tidak
terlalu berat, maka orang tua siswa memberikan bantuan dengan mengambilkan dari
uang paguyuban yang disertai persetujuan dari semua orang tua peserta didik
pada kelas yang bersangkutan.
Alternatif pemecahan masalah dalam
implementasi Kurikulum 2013 yang sudah dilakukan di SDN 18/X mendahara terkait
dengan pembelajaran yang belum tuntas yakni :
- Guru memberikan tugas tambahan,pada hari berikutnya sebelum jam pelajaran dimulai.
- Guru meminta bantuan kepada walimurid untuk mengawasi dan membimbing anaknya dalam belajar di rumah supaya anak bisa lebih memahami materi yang belum setiap pulang sekolah atau waktu pembelajaran selesai.
Peranan kepala sekolah, guru
pelaksana, dan guru bukan pelaksana bisa dikatakan opimal karena kepala sekolah
sudah melaksanakan perannya dengan baik yaitu
1.
Memonitoring, membantu guru dalam
memecahkan masalah
2.
Menyediakan bantuan berupa materiil
dan nonmateriil
3. SDN 18/X Mendahara sudah
mendapatkaan monitoring langsung dari pihak LPMP terkait implementasi Kurikulum
2013 baik kepada kepala sekolah dan juga proses belajar mengajar yang dilakukan
oleh guru pelaksana
Evaluasi dalam implementasi kurikulum
diperlukan oleh sekolah supaya pemerintah mengetahui kendala yang dialami guru
dan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum karena dari masing-masing
sekolah kendala yang dihadapi berbeda-beda sehingga pada implementasi Kurikulum
2103 pihak LPMP mendatangi sekolah untuk melakukan monitoring secara langsung
terhadap implementasi Kurikulum 2013 di SDN 18/X Mendahara. Kegiatan monitoring
dilakukan secara rutin untuk mengetahui apakah ada kesulitan dalam implementasi
Kurikulum 2013 di sekolah yang kemudian dari kesulitan-kesulitan yang ada,
pihak pemerintah atau LPMP bisa mencarikan solusi supaya masalah yang dihadapi
kepala sekolah dan guru bisa terselesaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)