Hasil
evaluasi implementasi Kurikulum 2013 di SD yang saya surve. Menunjukkan kondisi
guru 92% telah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, buku 100% telah memenuhi
jumlah peserta didik dan guru, kondisi sarana prasarana 98% memenuhi standar
sarana prasarana, dan kondisi RPP 88% sesuai dengan standar proses. Pembelajaran
telah sesuai dengan standar proses sebesar 89% dan evaluasi pembelajaran telah
sesuai dengan standar penilaian sebesar 90%. 88% kelas yang di surve, peserta didik memberikan respon positif
terhadap pembelajaran dan seluruh peserta didik (100%) memperoleh hasil belajar
di atas ketuntasan minimal.\
Hasil
wawancara dengan kepala sekolah menghasilkan informasi bahwa sekolah telah
menyediakan buku siswa sesuai dengan jumlah peserta didik dan buku guru sesuai
dengan jumlah guru. Informasi ini dibuktikan dengan observasi di kelas yang
menunjukkan bahwa pada saat pembelajaran semua peserta didik sudah menggunakan
buku Kurikulum 2013, begitu pula dengan para guru telah menggunakan buku
pegangan guru dalam menyusun rencana pembelajaran. Dengan demikian kesiapan
buku adalah 100% telah terpenuhi.
Meskipun
secara nasional pengadaan buku Kurikulum 2013 mengalami kendala, namun SD yang
saya surve dapat mengatasinya dengan melakukan beberapa terobosan, seperti pada
tahun pertama ketika sekolah piloting Kurikulum 2013 belum menerima buku dari
pemerintah, SD yang saya surve mencetak sendiri buku Kurikulum 2013 dari soft
file yang diberikan oleh Kemdikbud. Pada tahun kedua ketika buku mengalami
keterlambatan distribusi, SD yang saya kunjungi mengambil langsung di tempat
jasa pengiriman, dan pada mulai tahun ketiga membeli langsung ke penerbit yang
ditunjuk pemerintah.
2.
Kesiapan
Guru
Guru
memiliki peran penting dalam implementasi kurikulum. Peran guru tersebut
terutama dalam menjadikan kurikulum sebagai sesuatu yang aktual dalam kegiatan
pembelajaran. Standar Pendidik dan Kependidikan yang ditetapkan dalam
Permendikbud nomor 16 tahun 2007 disebutkan bahwa guru harus memiliki 4
kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial.
Dalam implementasi Kurikulum 2013 selain keempat kompetensi yang disyaratkan di
atas, guru juga sudah mengikuti pelatihan tentang Kurikulum 2013.
Hasil
wawancara dengan para guru diperoleh data bahwa 92% guru telah mengikuti
pelatihan Kurikulum 2013 yang diselenggarakan sekolah maupun dinas pendidikan,
dan 8% sisanya belum. Data ini kemudian dibenarkan oleh kepala sekolah karena
memang ada guru baru yang belum mengikuti pelatihan. Pelatihan dan pendampingan
guru dilakukan untuk memastikan guru telah memahami kurikulum yang di
laksanakan di sekolah dalam bentuk proses pembelajaran. Dengan terlibat aktif
di pelatihan terkait Kurikulum 2013 seseorang akan memiliki paling tidak 3 pengalaman,
yaitu:
1. Pemahaman
terhadap ide dan desain kurikulum.
2. Strategi
penyajian implementasi kurikulum.
3. Menyampaikan konsep kurikulum.
Untuk
itu guru yang belum mengikuti pelatihan harus segera diikutkan dalam pelatihan.
Jika belum memungkinkan, maka sistem tutor sebaya, yaitu belajar dari teman
sejawat dapat diterapkan. Jadi, meskipun belum mengikuti pelatihan Kurikulum
2013 guru baru harus mengetahui dan memahami implementasi Kurikulum 2013 di
kelas. Semua guru harus memiliki keyakinan akan kurikulum dan memiliki
keinginan untuk menguasainya.
3.
Kesiapan
Sarana Prasarana
Kesiapan
sarana prasarana diwujudkan dalam tersedianya ruang dan fasilitas yang
dibutuhkan dalam pembelajaran. Kelengkapan sarana prasarana sekolah diatur
dalam Permendikbud No. 24 Tahun 2007. Sesuai dengan standar tersebut, deskripsi
kondisi sarana prasarana di SD yang saya surve sangat baik dengan angka 98%.
Kondisi ruang kelas dan fasilitas yang ada secara umum dalam kondisi yang sangat baik dan dapat digunakan
dalam pembelajaran. Hanya di beberapa kelas perlu ditingkatkan untuk penataan
dan kerapian ruang kelas. Kondisi ruang perpustakaan secara umum juga sangat
baik. Perpustakaan di SD yang saya surve memiliki luas yang mencukupi dan
terisi dengan buku sumber belajar dengan jumlah melebihi standar yang
ditetapkan. SD yang saya surve bahkan memiliki 1 pustakawan untuk mengelola
perpustakaan. Namun masih perlu ditingkatkan untuk penataan dan kerapian serta keamanan buku-buku yang
dimiliki.
Kesiapan
sarana prasarana dalam implementasi Kurikulum
2013 akan sangat mendukung suksesnya pembelajaran. Kesiapan sarana prasarana
tersebut meliputi ruang kelas dan perpustakaan. Kondisi kelas harus nyaman
dengan luasan yang ideal untuk jumlah peserta didik yang ada. Selain itu ruang
kelas harus bersih dan mendapat pencahayaan yang cukup serta memiliki sarana
pendukung pembelajaran seperti meja dan kursi peserta didik, meja dan kursi
guru, papan tulis, almari dan papan pajangan.
4.
Kondisi
RPP
Hasil
observasi terhadap RPP menunjukkan kondisi 88% sudah sesuai dengan standar
penyusunan RPP meliputi komponen identitas, KD-KI, indikator, tujuan
pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber dan alat belajar, metode,
dan penilaian.
Kekurangan
masih ditemui pada beberapa hal yaitu penulisan kompetensi dasar yang hanya
menuliskan kompetensi dasar untuk KI-3 dan KI-4, belum mencantumkan secara
rinci tahapan pendekatan saintifik, dan pada bagian penilaian tidak menuliskan
bentuk penilaian untuk masing-masing kompetensi, atau tidak melengkapi dengan
instrumen penilaian..
Untuk
pemilihan sumber belajar, media dan model pembelajaran telah sesuai. Dalam hal
ini guru sangat terbantu dengan informasi yang ada dalam buku siswa dan buku
pegangan guru, dimana pada buku-buku tersebut telah mencantumkan sumber
belajar, media dan model pembelajaran.
Pertimbangan
yang diberikan dalam tahap penyiapan RPP ini adalah perlunya para guru
meningkatkan pemahaman tentang komponen-komponen RPP yang baik, menuliskan
kompetensi dasar secara lengkap, menjabarkan pendekatan saintifik dalam kegiatan yang jelas, menuliskan bentuk
penilaian dengan lengkap dan terperinci. Selain itu dalam kegiatan penyusunan
RPP para guru hendaknya memperhatikan situasi dan kondisi atau karakteristik yang dimiliki oleh SD yang saya
surve RPP yang dibuat bisa diwujudkan dalam pembelajaran dengan baik.
Proses
Pembelajaran Kurikulum 2013. Pelaksanaan proses pembelajaran Kurikulum 2013 di
SD yang saya surve dapat berjalan dengan sangat baik, yaitu 89 % sudah sesuai
dengan standar proses. Hal ini terjadi karena adanya kesiapan pembelajaran yang
dilakukan oleh guru, tersedianya sumber dan media belajar yang baik, serta
dukungan sarana prasarana yang mencukupi. Selain itu para guru juga memiliki
kreativitas dan motivasi mengajar yang tinggi.
Pada
waktu observasi, sudah sebagian besar guru membuka pembelajaran dengan
apersepi, motivasi dan mendemontrasikan sesuatu hal dengan memanfaatkan
tayangan LCD, gambar, benda nyata, maupun bernyanyi yang sesuai dengan tema.
Dalam pemanfaatan sumber atau media belajar, sebagian besar guru juga
menunjukkan keterampilannya dalam menggunakan sumber belajar dan media
pembelajaran. Sumber belajar utama yang digunakan adalah buku tematik. Selain
itu sebagian besar guru menggunakan media proyektor LCD untuk menampilkan
gambar, video, maupun tulisan. Hal ini menunjukkan para guru memiliki
ketrampilan di bidang teknologi informasi.
Penerapan
pendekatan saintifik dalam pembelajaran sudah terlihat sesuai dengan buku
tematik yang telah diformulasikan dalam RPP. Guru dan peserta didik sudah mulai
terbiasa melaksanakan tahapan pembelajaran saintifik seperti mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi, menalar atau menganalisis, dan
mengkomunikasikan. Namun demikian belum semua tahapan dalam pendekatan
saintifik dilaksanakan secara maksimal, terutama pada tahapan menanya,
menganalisis dan mengkomunikasikan.
Penerapan
pembelajaran tematik terpadu telah
terlaksana dengan baik sesuai dengan buku tematik. Guru telah menyajikan
pembelajaran sesuai tema dengan memadukan berbagai mata pelajaran dalam satu
pembelajaran dan memuat komponen karakteristik terpadu yaitu berpusat pada
peserta didik, memberikan pengalaman langsung, fleksibel, dan menyenangkan.
Dalam
pemanfaatan sumber atau media belajar, sebagian besar guru terlihat memiliki
keterampilan dalam penggunaan sumber atau media belajar. Sumber belajar utama
yang digunakan adalah buku tematik. Selain itu sebagian besar guru menggunakan
media proyektor LCD untuk menampilkan gambar, video, maupun tulisan. Beberapa
guru menggunakan media yang tersedia di dalam kelas dan di lingkungan sekolah.
Peserta didik sering dilibatkan dalam penggunaan sumber dan media belajar.
Kegiatan peserta didik terkait dengan penggunaan sumber belajar antara lain
membaca, menjawab pertanyaan, menggambar, dan menulis. Kegiatan peserta didik
terkait dengan penggunaan media belajar antara lain mengamati, mendengarkan,
memegang, mengindentifikasi, mengukur dan bermain. Hal tersebut menyebabkan
pembelajaran menghasilkan pesan yang menarik dan membangkitkan antusiasme
peserta didik selama pembelajaran.
Pertimbangan
yang diberikan untuk item yang masih memiliki skor rendah antara lain
menyampaikan pertanyaan menantang, menyampaikan manfaat pembelajaran dan
menyampaikan rencana kegiatan. Pada item tersebut banyak guru yang tidak
melakukan dengan baik bahkan lupa untuk menyampaikannya. Padahal memberikan
apersepsi dengan cara memberikan pertanyaan menantang akan memotivasi peserta
didik untuk mengetahui lebih jauh tentang pembelajaran dan membuat peserta
didik terlibat dalam interaksi belajar.
Penyampaian
manfaat pembelajaran di awal akan memberikan kesadaran bagi peserta didik
terhadap pentingnya kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dalam
kehidupannya. Dengan mengetahui manfaat pembelajaran, peserta didik akan
terdorong mengikuti pembelajaran dengan baik. Penyampaian manfaat materi
pembelajaran dapat dilakukan dengan cara menggali pengetahuan peserta didik
melalui kegiatan bertanya, bercerita atau menyampaikan manfaat materi dari
sudut pandang guru melalui ceramah.
Penyampaian
rencana kegiatan dalam apersepsi akan membuat peserta didik terdorong mengikuti
pembelajaran dari awal sampai akhir karena mereka mengetahui kegiatan apa saja
yang akan dilakukan selama pembelajaran. Hal ini juga bisa menjadi kontrol bagi
guru dan peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan agar
sesuai dengan waktu yang tersedia dan rencana yang telah ditetapkan.
Menyampaikan
pemanasan dan apersepsi perlu dilakukan untuk menjajaki pengetahuan dan
memotivasi peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran. Kegiatan pemanasan dan
apersepsi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Mulailah pembelajaran dengan hal-hal yang
diketahui dan dipahami peserta didik.
2. Memotivasi
peserta didik dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi kehidupan mereka.
3. Menggerakkan
peserta didik agar tertarik dan bernafsu untuk mengetahui hal-hal baru.
Implementasi
pemanasan dan apersepsi dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan,
mendemontrasikan, menyampaikan rencana kegiatan dan manfaat pembelajaran dalam
kehidupan.
Pertimbangan
lain yang diberikan untuk perbaikan proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. pada
tahap pendahuluan hendaknya para guru menyampaikan manfaat.pembelajaran dan
rencana kegiatan pembelajaran agar peserta didik termotivasi mengikuti
pembelajaran dengan baik dari awal hingga akhir.
2. pada
kegiatan inti sebaiknya para guru menyiapkan sumber belajar lain yang mendukung
dan melengkapi buku peserta didik.
3. pada
kegiatan penutup guru perlu memberikan penguatan sikap spiritual dan sosial.
Evaluasi
pembelajaran. Evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan penilaian
autentik. Penilaian autentik adalah penilaian yang dilakukan pada berbagai
aspek pembelajaran secara menyeluruh dengan memperhatikan masukan, proses dan
hasil.
Hasil
observasi menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran sudah dilakukan dengan sangat
baik, 90% sudah sesuai dengan standar penilaian. Penilaian dilakukan terhadap
aspek sikap spiritual-sosial (KI-1,KI-2), pengetahuan (KI-3), dan keterampilan
(KI-4).
Pada
penilaian sikap (KI-1 dan KI-2) para guru banyak menggunakan catatan atau
jurnal. Dalam proses ini, guru kelas di SD yang saya surve harus memiliki
catatan tentang perilaku peserta didik dan wajib mengumpulkan kepada kepala
sekolah setiap akhir bulan. Dengan demikian perkembangan sikap peserta didik
selalu dalam pantauan guru kelas. Berdasarkan catatan perilaku ini guru sangat
terbantu dalam membuat rekapan penilaian sikap. Untuk penilaian sikap para guru
tidak menggunakan penilaian diri sendiri dan penilaian antar teman. Dari hasil
wawancara dengan para guru , hal ini terjadi karena keterbatasan pemahaman
mereka tentang penilaian diri sendiri dan antar teman. Para guru sudah terbiasa
menggunakan penilaian dengan catatan jurnal bahkan sebelum SD yang saya surve
menggunakan Kurikulum 2013.
Sedangkan
penilaian KI-3 dan KI-4 SD yang saya surve melakukan penilaian ulangan harian,
ulangan tengah semester, dan penilaian akhir semester yang terjadwal dalam
kalender pendidikan. Laporan hasil belajar disusun dalam bentuk angka yang
dilengkapi dengan deskripsi pencapaian kompetensi.
Pertimbangan
yang diberikan terkait pelaksanaan penilaian autentik adalah guru hendaknya
menyusun perencanaan penilaian selama satu semester untuk memetakan penilaian
yang akan dilakukan mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Dan hal
tersebut digunakan sebagai acuan bagi semua kelas yang berada dalam paralel yang sama sehingga tidak ada perbedaan
penilaian antara kelas satu dan kelas lainnya. Untuk tes tertulis gunakan
bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik, tidak membingungkan dan sesuai
dengan indikator yang akan diukur. Penilaian aspek keterampilan khususnya yang
berkaitan dengan penampilan peserta didik, sebaiknya dilakukan sesuai dengan
rubrik yang telah disiapkan dalam RPP.
Hasil
implementasi. Pembelajaran Kurikulum 2013 diharapkan mampu men-ciptakan
pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi peserta didik. Untuk itu sudah
semestinya pembelajaran dengan Kurikulum 2013 mendapat respon positif dari
peserta didik. Respon positif peserta didik dilihat dari keaktifan bertanya dan
atau menjawab pertanyaan, keaktifan dalam melakukan kegiatan pembelajaran,
sikap semangat atau antusiasme mengikuti pembelajaran dan sikap gembira yang
ditunjukkan saat pembelajaran berlangsung.
5.
Respon
Peserta Didik
Hasil
surve pada tahap hasil yang dilakukan dengan mensurve respon peserta didik dalam pembelajaran dapat
dideskripsikan dengan angka 88 % dan berkategori sangat baik. Artinya bahwa
sebagian besar peserta didik mengikuti pembelajaran dengan perasaan senang,
semangat, dan aktif bertanya dan atau menjawab pertanyaan serta aktif pula
melakukan kegiatan pembelajaran.
Data
di atas menunjukkan pula bahwa masih ada 12 % kelas yang tidak mendapat respon
positif. Keadaan ini terjadi karena dalam proses pembelajaran tidak terlihat
hubungan timbal balik yang positif antara guru dan peserta didik. Guru tidak
merespon positif parsitipasi peserta didik dan tidak menunjukkan sikap terbuka
terhadap respon peserta didik. Bahasa tubuh atau gesture guru tampak kurang
ramah sehingga ada situasi tegang yang tercipta selama pembelajaran.
Pertimbangan
yang diberikan melihat hasil observasi terhadap respon peserta didik adalah
perlunya para guru membawakan pembelajaran dengan sikap yang lebih rileks,
ramah, menunjukkan sikap humor dan bersahabat agar suasana kelas tidak tegang
sehingga semua peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan
perasaan senang dan nyaman.
Implementasi
Kurikulum 2013 di SD yang saya surve n yang disambut dengan baik oleh kepala
sekolah dan para guru. Dengan kemampuan manajemen yang dimiliki, kepala sekolah
menyiapkan berbagai komponen yang diperlukan dalam implementasi kurikulum, menyelenggarakan
pelatihan dan memantau pelaksanaan. Para guru dengan kompetensi yang dimiliki
berusaha mewujudkan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran di kelas dengan
kreativitas dan kerja keras.
6.
Standar
Nasional Pendidikan
Standar
Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di
seluruh wilayah NKRI. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu
pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
Empat
standar nasional pendidikan terkait dengan kurikulum adalah Standar Kelulusan,
Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan. Hasil surve ini
menunjukkan bahwa pada keempat standar yang terkait kurikulum, SD yang saya surve
memiliki Standar Kelulusan dan Standar
Isi yang sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Proses pembelajaran 89%
sesuai dengan Standar Proses dan evaluasi pembelajaran 90 % sesuai dengan
Standar Penilaian Pendidikan, yang semuanya masuk dalam kategori sangat baik.
Keberhasilan ini tidak dapat dilepaskan dari dukungan keempat standar nasional
lainnya, yaitu Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana
Prasarana, Standar Pembiayaan, dan Standar Pengelolaan yang merupakan bagian
dari tahap pendahuluan atau kesiapan implementasi. Kondisi keempat standar
pendukung inipun menunjukkan kondisi yang sangat baik.
Evaluasi
implementasi kurikulum yang menunjukkan hasil sangat baik pada sebuah sekolah
tidak berarti sekolah tersebut tidak memiliki permasalahan atau kendala di
lapangan. Permasalahan yang muncul pada awal implementasi adalah hal yang sangat
wajar, apalagi dalam implementasi kurikulum banyak sekali komponen-komponen
yang terlibat. Dari hasil wawancara dengan para guru yang dilakukan ditemukan
pula permasalahan atau kendala. Beberapa permasalahan implementasi Kurikulum
2013 di SD yang saya surve yaitu dalam penyusunan RPP, proses pembelajaran, dan
pembuatan laporan hasil belajar.
Proses
penyiapkan RPP Kurikulum 2013 sangat banyak sehingga membutuhkan banyak kertas
dan waktu untuk membuatnya, sedangkan guru belum terbiasa melakukannya. Permasalahan
yang dihadapi dalam proses pembelajaran
antara lain kurangnya waktu pembelajaran dan dan jadwal pelajaran yang
terputus-putus, isi dari buku tematik yang tidak kontekstual sehingga
membutuhkan tambahan LK (Lembar Kerja) atau bahan belajar penunjang, dan
prasarana halaman sekolah yang kurang memenuhi standar. Sedangkan dalam proses
penilaian guru memerlukan banyak waktu untuk mengambil penilaian dan pembuatan
laporan hasil belajar.
Permasalahan
yang terjadi dalam pembuatan RPP terjadi karena dengan Kurikulum 2013 yang
menggunakan model tematik, para guru harus menuliskan Kompetensi Inti,
Kompetensi Dasar dan Indikator beberapa mata pelajaran sekaligus. Sebagaimana
diketahui bahwa kompetensi inti dalam Kurikulum 2013 ada 3 aspek yaitu sikap,
pengetahuan, keterampilan. Selanjutnya masing-masing kompetensi inti akan
dijabarkan dalam kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Dengan
perencanaan pembelajar-an yang demikian akan berimbas pada proses pembelajaran
dan penilaian yang juga membutuhkan waktu, keterampilan, dan ketelatenan lebih.
Kerumitan
proses pembuatan laporan hasil belajar tidak hanya dirasakan oleh guru pengajar
di sekolah piloting saja, guru SD yang saya surve pun menyampaikan hal yang
sama. Laporan hasil belajar dalam Kurikulum 2013 menghendaki berbentuk angka
yang dilengkapi dengan deskripsi ketercapaian yang disajikan untuk setiap mata
pelajaran, padahal para guru membawakan pembelajaran dengan model tematik yang
tidak memisahkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya.
Melihat
hasil evaluasi implementasi yang sangat baik pada tahap pendahuluan, proses
maupun hasil di tengah kendala yang dihadapi, terlihat bahwa para guru di SD yang
saya surve memiliki motivasi yang kuat serta kompetensi yang baik dalam
mengimplementasikan Kurikulum 2013. Motivasi yang kuat membuat para guru
memiliki kinerja yang baik yaitu dapat melakukan berbagai tugasnya dengan
sungguh-sungguh meskipun hal tersebut dirasa memberatkan. Motivasi yang
dimiliki juga telah mendorong kreativitas para guru sehingga dapat melakukan
berbagai upaya dalam menyelesai-kan tugas dan mengatasi kendala yang dihadapi.
Selain itu kompetensi dan keterampilan yang dimiliki terutama dalam penggunaan
IT (Informatian Teknologi) turut mendorong pencapaian situasi seperti yang
ditemukan dalam surve ini. Temuan ini didukung oleh hasil observasi dan
wawancara di lapangan dimana terlihat para guru sudah mahir menggunakan IT
dalam proses pembelajaran maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi.
Dalam hal ini kepala sekolah memberikan tambahan penjelasan bahwa sekolah juga
memberikan kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan dunia pendidikan.
7.
Kesimpulan
Hasil
surve ini menyimpulkan beberapa hal: (1) Kesiapan implementasi di SD yang saya
surve dilihat dari aspek guru, buku siswa dan pegangan guru, sarana prasarana,
rencana pembelajaran berkategori sangat baik (95%), (2) Proses pembelajaran dan
evaluasi pembelajaran berkategori sangat baik , 90% sudah sesuai dengan Standar
Proses dan Standar Penilaian Pendidikan, (3) Hasil implementasi yang meliputi
respon peserta didik dalam pembelajaran dan hasil belajar dapat dideskripsikan
dengan angka 94% dan berkategori sangat baik, (4) Tingkat keberhasilan
implementasi masuk dalam kategorsi sangat baik (93%), (5) Keberhasilan
implementasi kurikulum yanng sangat baik ini tidak terlepas dari terpemenuhinya
standar nasional pendidikan, motivasi, kreativitas dan kinerja yang baik dari
para guru selaku pelaksana kurikulum.
Berdasarkan
hasil tersebut maka implementasi Kurikulum 2013 di sekolah perlu diawali dengan
pemenuhan Standar Nasional Pendidikan. Untuk itu dalam rangka
pengimplementasian Kurikulum 2013 di seluruh sekolah pemerintah perlu terus
mendorong terwujudnya pemenuhan Standar Nasional di seluruh sekolah.
pada sistem penilaian dalam kurikulum 2013 terdapat pembaharuan dimana pendidikan diharapkan sebagai penyemai manusia melalui konsepsi kognitif,psikomotrik dan soft skills
BalasHapusdari hasil survei pak firman diatas sudah ckup baik pada sarana dan prasana dimana akan sangat mendukung suksesnya pembelajaran. Kesiapan sarana prasarana tersebut meliputi ruang kelas dan perpustakaan. cuman masih beberapa kelas yang harus dijaga kerapian serta kebersihannya agar peserta didik merasa nyaman belajar disana :)
BalasHapusbenar buk difa
HapusAsslmkum...Evaluasi kurikulum merupakan usaha sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki kurikulum yang masih tahap pengembangan maupun kurikulum yang telah di laksanakan agar menjadi lebih siap dimasa yang akan datang.
BalasHapusbenar pak yudis
HapusLaporan hasil belajar dalam Kurikulum 2013 menghendaki berbentuk angka yang dilengkapi dengan deskripsi ketercapaian yang disajikan untuk setiap mata pelajaran, padahal para guru membawakan pembelajaran dengan model tematik yang tidak memisahkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Artinya dalam penilaian tetap dipisahkan antar muatan pelajaran yang satu dengan lainnya.
BalasHapusbetul sekali pak umar
HapusMemang benar pak Firman, Kesiapan sarana prasarana dalam implementasi Kurikulum 2013 akan sangat mendukung suksesnya pembelajaran.Karena sarana dan prasarana dapat memantu guru dalam berkreasi dalam pembelajaran.
BalasHapussetuju buk
HapusNah, Kesiapan sarana prasarana dalam implementasi Kurikulum 2013 akan sangat mendukung suksesnya pembelajaran. Kesiapan sarana prasarana tersebut meliputi ruang kelas dan perpustakaan. Kondisi kelas harus nyaman dengan luasan yang ideal untuk jumlah peserta didik yang ada. Selain itu ruang kelas harus bersih dan mendapat pencahayaan yang cukup serta memiliki sarana pendukung pembelajaran seperti meja dan kursi peserta didik, meja dan kursi guru, papan tulis, almari dan papan pajangan.😊
BalasHapusbetul bu yossa
HapusPertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013
BalasHapusPertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal penerapan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di masing-masing sekolah.
saya setuju bu
HapusYang mungkin bisa dijadikan salah satu indikator keterlaksanaan kurikulum 2013 adalah pada proses penilaian. Selain mendengarkan keluhan secara langsung dari bapak ibu guru tentang ribet dan rumitnya cara menilai secara autentik, tingkat pemahaman dan keterlaksanaan proses penilaian autentik ini bisa dilihat dari daftar nilai yang dibuat oleh guru.
BalasHapus