Kamis, 09 November 2017

HASIL EVALUASI KURIKULUM 2013 DI SD

Hasil evaluasi implementasi Kurikulum 2013 di SD yang saya surve. Menunjukkan kondisi guru 92% telah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, buku 100% telah memenuhi jumlah peserta didik dan guru, kondisi sarana prasarana 98% memenuhi standar sarana prasarana, dan kondisi RPP 88% sesuai dengan standar proses. Pembelajaran telah sesuai dengan standar proses sebesar 89% dan evaluasi pembelajaran telah sesuai dengan standar penilaian sebesar 90%.  88% kelas yang  di surve,  peserta didik memberikan respon positif terhadap pembelajaran dan seluruh peserta didik (100%) memperoleh hasil belajar di atas ketuntasan minimal.\

1.        Kesiapan Buku
Hasil wawancara dengan kepala sekolah menghasilkan informasi bahwa sekolah telah menyediakan buku siswa sesuai dengan jumlah peserta didik dan buku guru sesuai dengan jumlah guru. Informasi ini dibuktikan dengan observasi di kelas yang menunjukkan bahwa pada saat pembelajaran semua peserta didik sudah menggunakan buku Kurikulum 2013, begitu pula dengan para guru telah menggunakan buku pegangan guru dalam menyusun rencana pembelajaran. Dengan demikian kesiapan buku adalah 100% telah terpenuhi.
Meskipun secara nasional pengadaan buku Kurikulum 2013 mengalami kendala, namun SD yang saya surve dapat mengatasinya dengan melakukan beberapa terobosan, seperti pada tahun pertama ketika sekolah piloting Kurikulum 2013 belum menerima buku dari pemerintah, SD yang saya surve mencetak sendiri buku Kurikulum 2013 dari soft file yang diberikan oleh Kemdikbud. Pada tahun kedua ketika buku mengalami keterlambatan distribusi, SD yang saya kunjungi mengambil langsung di tempat jasa pengiriman, dan pada mulai tahun ketiga membeli langsung ke penerbit yang ditunjuk pemerintah.

2.        Kesiapan Guru
Guru memiliki peran penting dalam implementasi kurikulum. Peran guru tersebut terutama dalam menjadikan kurikulum sebagai sesuatu yang aktual dalam kegiatan pembelajaran. Standar Pendidik dan Kependidikan yang ditetapkan dalam Permendikbud nomor 16 tahun 2007 disebutkan bahwa guru harus memiliki 4 kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Dalam implementasi Kurikulum 2013 selain keempat kompetensi yang disyaratkan di atas, guru juga sudah mengikuti pelatihan tentang Kurikulum 2013.
Hasil wawancara dengan para guru diperoleh data bahwa 92% guru telah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 yang diselenggarakan sekolah maupun dinas pendidikan, dan 8% sisanya belum. Data ini kemudian dibenarkan oleh kepala sekolah karena memang ada guru baru yang belum mengikuti pelatihan. Pelatihan dan pendampingan guru dilakukan untuk memastikan guru telah memahami kurikulum yang di laksanakan di sekolah dalam bentuk proses pembelajaran. Dengan terlibat aktif di pelatihan terkait Kurikulum 2013 seseorang akan memiliki paling tidak 3 pengalaman, yaitu:
1.      Pemahaman terhadap ide dan desain kurikulum.
2.      Strategi penyajian implementasi kurikulum.
3.       Menyampaikan konsep kurikulum.
Untuk itu guru yang belum mengikuti pelatihan harus segera diikutkan dalam pelatihan. Jika belum memungkinkan, maka sistem tutor sebaya, yaitu belajar dari teman sejawat dapat diterapkan. Jadi, meskipun belum mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 guru baru harus mengetahui dan memahami implementasi Kurikulum 2013 di kelas. Semua guru harus memiliki keyakinan akan kurikulum dan memiliki keinginan untuk menguasainya.


3.        Kesiapan Sarana Prasarana
Kesiapan sarana prasarana diwujudkan dalam tersedianya ruang dan fasilitas yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Kelengkapan sarana prasarana sekolah diatur dalam Permendikbud No. 24 Tahun 2007. Sesuai dengan standar tersebut, deskripsi kondisi sarana prasarana di SD yang saya surve sangat baik dengan angka 98%. Kondisi ruang kelas dan fasilitas yang ada secara umum dalam  kondisi yang sangat baik dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Hanya di beberapa kelas perlu ditingkatkan untuk penataan dan kerapian ruang kelas. Kondisi ruang perpustakaan secara umum juga sangat baik. Perpustakaan di SD yang saya surve memiliki luas yang mencukupi dan terisi dengan buku sumber belajar dengan jumlah melebihi standar yang ditetapkan. SD yang saya surve bahkan memiliki 1 pustakawan untuk mengelola perpustakaan. Namun masih perlu ditingkatkan untuk penataan dan  kerapian serta keamanan buku-buku yang dimiliki.
Kesiapan sarana prasarana dalam  implementasi Kurikulum 2013 akan sangat mendukung suksesnya pembelajaran. Kesiapan sarana prasarana tersebut meliputi ruang kelas dan perpustakaan. Kondisi kelas harus nyaman dengan luasan yang ideal untuk jumlah peserta didik yang ada. Selain itu ruang kelas harus bersih dan mendapat pencahayaan yang cukup serta memiliki sarana pendukung pembelajaran seperti meja dan kursi peserta didik, meja dan kursi guru, papan tulis, almari dan papan pajangan.

4.        Kondisi RPP
Hasil observasi terhadap RPP menunjukkan kondisi 88% sudah sesuai dengan standar penyusunan RPP meliputi komponen identitas, KD-KI, indikator, tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber dan alat belajar, metode, dan penilaian.
Kekurangan masih ditemui pada beberapa hal yaitu penulisan kompetensi dasar yang hanya menuliskan kompetensi dasar untuk KI-3 dan KI-4, belum mencantumkan secara rinci tahapan pendekatan saintifik, dan pada bagian penilaian tidak menuliskan bentuk penilaian untuk masing-masing kompetensi, atau tidak melengkapi dengan instrumen penilaian..
Untuk pemilihan sumber belajar, media dan model pembelajaran telah sesuai. Dalam hal ini guru sangat terbantu dengan informasi yang ada dalam buku siswa dan buku pegangan guru, dimana pada buku-buku tersebut telah mencantumkan sumber belajar, media dan model pembelajaran.
Pertimbangan yang diberikan dalam tahap penyiapan RPP ini adalah perlunya para guru meningkatkan pemahaman tentang komponen-komponen RPP yang baik, menuliskan kompetensi dasar secara lengkap, menjabarkan pendekatan saintifik dalam  kegiatan yang jelas, menuliskan bentuk penilaian dengan lengkap dan terperinci. Selain itu dalam kegiatan penyusunan RPP para guru hendaknya memperhatikan situasi dan kondisi atau  karakteristik yang dimiliki oleh SD yang saya surve RPP yang dibuat bisa diwujudkan dalam pembelajaran dengan baik.
Proses Pembelajaran Kurikulum 2013. Pelaksanaan proses pembelajaran Kurikulum 2013 di SD yang saya surve dapat berjalan dengan sangat baik, yaitu 89 % sudah sesuai dengan standar proses. Hal ini terjadi karena adanya kesiapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, tersedianya sumber dan media belajar yang baik, serta dukungan sarana prasarana yang mencukupi. Selain itu para guru juga memiliki kreativitas dan motivasi mengajar yang tinggi.
Pada waktu observasi, sudah sebagian besar guru membuka pembelajaran dengan apersepi, motivasi dan mendemontrasikan sesuatu hal dengan memanfaatkan tayangan LCD, gambar, benda nyata, maupun bernyanyi yang sesuai dengan tema. Dalam pemanfaatan sumber atau media belajar, sebagian besar guru juga menunjukkan keterampilannya dalam menggunakan sumber belajar dan media pembelajaran. Sumber belajar utama yang digunakan adalah buku tematik. Selain itu sebagian besar guru menggunakan media proyektor LCD untuk menampilkan gambar, video, maupun tulisan. Hal ini menunjukkan para guru memiliki ketrampilan di bidang teknologi informasi.
Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran sudah terlihat sesuai dengan buku tematik yang telah diformulasikan dalam RPP. Guru dan peserta didik sudah mulai terbiasa melaksanakan tahapan pembelajaran saintifik seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar atau menganalisis, dan mengkomunikasikan. Namun demikian belum semua tahapan dalam pendekatan saintifik dilaksanakan secara maksimal, terutama pada tahapan menanya, menganalisis dan mengkomunikasikan.
Penerapan pembelajaran  tematik terpadu telah terlaksana dengan baik sesuai dengan buku tematik. Guru telah menyajikan pembelajaran sesuai tema dengan memadukan berbagai mata pelajaran dalam satu pembelajaran dan memuat komponen karakteristik terpadu yaitu berpusat pada peserta didik, memberikan pengalaman langsung, fleksibel, dan menyenangkan.
Dalam pemanfaatan sumber atau media belajar, sebagian besar guru terlihat memiliki keterampilan dalam penggunaan sumber atau media belajar. Sumber belajar utama yang digunakan adalah buku tematik. Selain itu sebagian besar guru menggunakan media proyektor LCD untuk menampilkan gambar, video, maupun tulisan. Beberapa guru menggunakan media yang tersedia di dalam kelas dan di lingkungan sekolah. Peserta didik sering dilibatkan dalam penggunaan sumber dan media belajar. Kegiatan peserta didik terkait dengan penggunaan sumber belajar antara lain membaca, menjawab pertanyaan, menggambar, dan menulis. Kegiatan peserta didik terkait dengan penggunaan media belajar antara lain mengamati, mendengarkan, memegang, mengindentifikasi, mengukur dan bermain. Hal tersebut menyebabkan pembelajaran menghasilkan pesan yang menarik dan membangkitkan antusiasme peserta didik selama pembelajaran.
Pertimbangan yang diberikan untuk item yang masih memiliki skor rendah antara lain menyampaikan pertanyaan menantang, menyampaikan manfaat pembelajaran dan menyampaikan rencana kegiatan. Pada item tersebut banyak guru yang tidak melakukan dengan baik bahkan lupa untuk menyampaikannya. Padahal memberikan apersepsi dengan cara memberikan pertanyaan menantang akan memotivasi peserta didik untuk mengetahui lebih jauh tentang pembelajaran dan membuat peserta didik terlibat dalam interaksi belajar.
Penyampaian manfaat pembelajaran di awal akan memberikan kesadaran bagi peserta didik terhadap pentingnya kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dalam kehidupannya. Dengan mengetahui manfaat pembelajaran, peserta didik akan terdorong mengikuti pembelajaran dengan baik. Penyampaian manfaat materi pembelajaran dapat dilakukan dengan cara menggali pengetahuan peserta didik melalui kegiatan bertanya, bercerita atau menyampaikan manfaat materi dari sudut pandang guru melalui ceramah.
Penyampaian rencana kegiatan dalam apersepsi akan membuat peserta didik terdorong mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir karena mereka mengetahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama pembelajaran. Hal ini juga bisa menjadi kontrol bagi guru dan peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan agar sesuai dengan waktu yang tersedia dan rencana yang telah ditetapkan.
Menyampaikan pemanasan dan apersepsi perlu dilakukan untuk menjajaki pengetahuan dan memotivasi peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran. Kegiatan pemanasan dan apersepsi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.       Mulailah pembelajaran dengan hal-hal yang diketahui dan dipahami peserta didik.
2.      Memotivasi peserta didik dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi kehidupan mereka.
3.      Menggerakkan peserta didik agar tertarik dan bernafsu untuk mengetahui hal-hal baru.
Implementasi pemanasan dan apersepsi dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan, mendemontrasikan, menyampaikan rencana kegiatan dan manfaat pembelajaran dalam kehidupan.
Pertimbangan lain yang diberikan untuk perbaikan proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.      pada tahap pendahuluan hendaknya para guru menyampaikan manfaat.pembelajaran dan rencana kegiatan pembelajaran agar peserta didik termotivasi mengikuti pembelajaran dengan baik dari awal hingga akhir.
2.      pada kegiatan inti sebaiknya para guru menyiapkan sumber belajar lain yang mendukung dan melengkapi buku peserta didik.
3.      pada kegiatan penutup guru perlu memberikan penguatan sikap spiritual dan sosial.
Evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik. Penilaian autentik adalah penilaian yang dilakukan pada berbagai aspek pembelajaran secara menyeluruh dengan memperhatikan masukan, proses dan hasil.
Hasil observasi menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran sudah dilakukan dengan sangat baik, 90% sudah sesuai dengan standar penilaian. Penilaian dilakukan terhadap aspek sikap spiritual-sosial (KI-1,KI-2), pengetahuan (KI-3), dan keterampilan (KI-4).
Pada penilaian sikap (KI-1 dan KI-2) para guru banyak menggunakan catatan atau jurnal. Dalam proses ini, guru kelas di SD yang saya surve harus memiliki catatan tentang perilaku peserta didik dan wajib mengumpulkan kepada kepala sekolah setiap akhir bulan. Dengan demikian perkembangan sikap peserta didik selalu dalam pantauan guru kelas. Berdasarkan catatan perilaku ini guru sangat terbantu dalam membuat rekapan penilaian sikap. Untuk penilaian sikap para guru tidak menggunakan penilaian diri sendiri dan penilaian antar teman. Dari hasil wawancara dengan para guru , hal ini terjadi karena keterbatasan pemahaman mereka tentang penilaian diri sendiri dan antar teman. Para guru sudah terbiasa menggunakan penilaian dengan catatan jurnal bahkan sebelum SD yang saya surve menggunakan Kurikulum 2013.
Sedangkan penilaian KI-3 dan KI-4 SD yang saya surve melakukan penilaian ulangan harian, ulangan tengah semester, dan penilaian akhir semester yang terjadwal dalam kalender pendidikan. Laporan hasil belajar disusun dalam bentuk angka yang dilengkapi dengan deskripsi pencapaian kompetensi.
Pertimbangan yang diberikan terkait pelaksanaan penilaian autentik adalah guru hendaknya menyusun perencanaan penilaian selama satu semester untuk memetakan penilaian yang akan dilakukan mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Dan hal tersebut digunakan sebagai acuan bagi semua kelas yang berada dalam  paralel yang sama sehingga tidak ada perbedaan penilaian antara kelas satu dan kelas lainnya. Untuk tes tertulis gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik, tidak membingungkan dan sesuai dengan indikator yang akan diukur. Penilaian aspek keterampilan khususnya yang berkaitan dengan penampilan peserta didik, sebaiknya dilakukan sesuai dengan rubrik yang telah disiapkan dalam RPP.
Hasil implementasi. Pembelajaran Kurikulum 2013 diharapkan mampu men-ciptakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi peserta didik. Untuk itu sudah semestinya pembelajaran dengan Kurikulum 2013 mendapat respon positif dari peserta didik. Respon positif peserta didik dilihat dari keaktifan bertanya dan atau menjawab pertanyaan, keaktifan dalam melakukan kegiatan pembelajaran, sikap semangat atau antusiasme mengikuti pembelajaran dan sikap gembira yang ditunjukkan saat pembelajaran berlangsung.

5.        Respon Peserta Didik
Hasil surve pada tahap hasil yang dilakukan dengan mensurve  respon peserta didik dalam pembelajaran dapat dideskripsikan dengan angka 88 % dan berkategori sangat baik. Artinya bahwa sebagian besar peserta didik mengikuti pembelajaran dengan perasaan senang, semangat, dan aktif bertanya dan atau menjawab pertanyaan serta aktif pula melakukan kegiatan pembelajaran.
Data di atas menunjukkan pula bahwa masih ada 12 % kelas yang tidak mendapat respon positif. Keadaan ini terjadi karena dalam proses pembelajaran tidak terlihat hubungan timbal balik yang positif antara guru dan peserta didik. Guru tidak merespon positif parsitipasi peserta didik dan tidak menunjukkan sikap terbuka terhadap respon peserta didik. Bahasa tubuh atau gesture guru tampak kurang ramah sehingga ada situasi tegang yang tercipta selama pembelajaran.
Pertimbangan yang diberikan melihat hasil observasi terhadap respon peserta didik adalah perlunya para guru membawakan pembelajaran dengan sikap yang lebih rileks, ramah, menunjukkan sikap humor dan bersahabat agar suasana kelas tidak tegang sehingga semua peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan perasaan senang dan nyaman.
Implementasi Kurikulum 2013 di SD yang saya surve n yang disambut dengan baik oleh kepala sekolah dan para guru. Dengan kemampuan manajemen yang dimiliki, kepala sekolah menyiapkan berbagai komponen yang diperlukan dalam implementasi kurikulum, menyelenggarakan pelatihan dan memantau pelaksanaan. Para guru dengan kompetensi yang dimiliki berusaha mewujudkan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran di kelas dengan kreativitas dan kerja keras.

6.        Standar Nasional Pendidikan
Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah NKRI. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
Empat standar nasional pendidikan terkait dengan kurikulum adalah Standar Kelulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan. Hasil surve ini menunjukkan bahwa pada keempat standar yang terkait kurikulum, SD yang saya surve  memiliki Standar Kelulusan dan Standar Isi yang sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Proses pembelajaran 89% sesuai dengan Standar Proses dan evaluasi pembelajaran 90 % sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan, yang semuanya masuk dalam kategori sangat baik. Keberhasilan ini tidak dapat dilepaskan dari dukungan keempat standar nasional lainnya, yaitu Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, Standar Pembiayaan, dan Standar Pengelolaan yang merupakan bagian dari tahap pendahuluan atau kesiapan implementasi. Kondisi keempat standar pendukung inipun menunjukkan kondisi yang sangat baik.
Evaluasi implementasi kurikulum yang menunjukkan hasil sangat baik pada sebuah sekolah tidak berarti sekolah tersebut tidak memiliki permasalahan atau kendala di lapangan. Permasalahan yang muncul pada awal implementasi adalah hal yang sangat wajar, apalagi dalam implementasi kurikulum banyak sekali komponen-komponen yang terlibat. Dari hasil wawancara dengan para guru yang dilakukan ditemukan pula permasalahan atau kendala. Beberapa permasalahan implementasi Kurikulum 2013 di SD yang saya surve yaitu dalam penyusunan RPP, proses pembelajaran, dan pembuatan laporan hasil belajar.
Proses penyiapkan RPP Kurikulum 2013 sangat banyak sehingga membutuhkan banyak kertas dan waktu untuk membuatnya, sedangkan guru belum terbiasa melakukannya. Permasalahan yang dihadapi dalam  proses pembelajaran antara lain kurangnya waktu pembelajaran dan dan jadwal pelajaran yang terputus-putus, isi dari buku tematik yang tidak kontekstual sehingga membutuhkan tambahan LK (Lembar Kerja) atau bahan belajar penunjang, dan prasarana halaman sekolah yang kurang memenuhi standar. Sedangkan dalam proses penilaian guru memerlukan banyak waktu untuk mengambil penilaian dan pembuatan laporan hasil belajar.
Permasalahan yang terjadi dalam pembuatan RPP terjadi karena dengan Kurikulum 2013 yang menggunakan model tematik, para guru harus menuliskan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator beberapa mata pelajaran sekaligus. Sebagaimana diketahui bahwa kompetensi inti dalam Kurikulum 2013 ada 3 aspek yaitu sikap, pengetahuan, keterampilan. Selanjutnya masing-masing kompetensi inti akan dijabarkan dalam kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Dengan perencanaan pembelajar-an yang demikian akan berimbas pada proses pembelajaran dan penilaian yang juga membutuhkan waktu, keterampilan, dan ketelatenan lebih.
Kerumitan proses pembuatan laporan hasil belajar tidak hanya dirasakan oleh guru pengajar di sekolah piloting saja, guru SD yang saya surve pun menyampaikan hal yang sama. Laporan hasil belajar dalam Kurikulum 2013 menghendaki berbentuk angka yang dilengkapi dengan deskripsi ketercapaian yang disajikan untuk setiap mata pelajaran, padahal para guru membawakan pembelajaran dengan model tematik yang tidak memisahkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya.
Melihat hasil evaluasi implementasi yang sangat baik pada tahap pendahuluan, proses maupun hasil di tengah kendala yang dihadapi, terlihat bahwa para guru di SD yang saya surve memiliki motivasi yang kuat serta kompetensi yang baik dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Motivasi yang kuat membuat para guru memiliki kinerja yang baik yaitu dapat melakukan berbagai tugasnya dengan sungguh-sungguh meskipun hal tersebut dirasa memberatkan. Motivasi yang dimiliki juga telah mendorong kreativitas para guru sehingga dapat melakukan berbagai upaya dalam menyelesai-kan tugas dan mengatasi kendala yang dihadapi. Selain itu kompetensi dan keterampilan yang dimiliki terutama dalam penggunaan IT (Informatian Teknologi) turut mendorong pencapaian situasi seperti yang ditemukan dalam surve ini. Temuan ini didukung oleh hasil observasi dan wawancara di lapangan dimana terlihat para guru sudah mahir menggunakan IT dalam proses pembelajaran maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi. Dalam hal ini kepala sekolah memberikan tambahan penjelasan bahwa sekolah juga memberikan kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia pendidikan.

7.        Kesimpulan
Hasil surve ini menyimpulkan beberapa hal: (1) Kesiapan implementasi di SD yang saya surve dilihat dari aspek guru, buku siswa dan pegangan guru, sarana prasarana, rencana pembelajaran berkategori sangat baik (95%), (2) Proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran berkategori sangat baik , 90% sudah sesuai dengan Standar Proses dan Standar Penilaian Pendidikan, (3) Hasil implementasi yang meliputi respon peserta didik dalam pembelajaran dan hasil belajar dapat dideskripsikan dengan angka 94% dan berkategori sangat baik, (4) Tingkat keberhasilan implementasi masuk dalam kategorsi sangat baik (93%), (5) Keberhasilan implementasi kurikulum yanng sangat baik ini tidak terlepas dari terpemenuhinya standar nasional pendidikan, motivasi, kreativitas dan kinerja yang baik dari para guru selaku pelaksana kurikulum.
Berdasarkan hasil tersebut maka implementasi Kurikulum 2013 di sekolah perlu diawali dengan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan. Untuk itu dalam rangka pengimplementasian Kurikulum 2013 di seluruh sekolah pemerintah perlu terus mendorong terwujudnya pemenuhan Standar Nasional di seluruh sekolah.

14 komentar:

  1. pada sistem penilaian dalam kurikulum 2013 terdapat pembaharuan dimana pendidikan diharapkan sebagai penyemai manusia melalui konsepsi kognitif,psikomotrik dan soft skills

    BalasHapus
  2. dari hasil survei pak firman diatas sudah ckup baik pada sarana dan prasana dimana akan sangat mendukung suksesnya pembelajaran. Kesiapan sarana prasarana tersebut meliputi ruang kelas dan perpustakaan. cuman masih beberapa kelas yang harus dijaga kerapian serta kebersihannya agar peserta didik merasa nyaman belajar disana :)

    BalasHapus
  3. Asslmkum...Evaluasi kurikulum merupakan usaha sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki kurikulum yang masih tahap pengembangan maupun kurikulum yang telah di laksanakan agar menjadi lebih siap dimasa yang akan datang.

    BalasHapus
  4. Laporan hasil belajar dalam Kurikulum 2013 menghendaki berbentuk angka yang dilengkapi dengan deskripsi ketercapaian yang disajikan untuk setiap mata pelajaran, padahal para guru membawakan pembelajaran dengan model tematik yang tidak memisahkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Artinya dalam penilaian tetap dipisahkan antar muatan pelajaran yang satu dengan lainnya.

    BalasHapus
  5. Memang benar pak Firman, Kesiapan sarana prasarana dalam implementasi Kurikulum 2013 akan sangat mendukung suksesnya pembelajaran.Karena sarana dan prasarana dapat memantu guru dalam berkreasi dalam pembelajaran.

    BalasHapus
  6. Nah, Kesiapan sarana prasarana dalam implementasi Kurikulum 2013 akan sangat mendukung suksesnya pembelajaran. Kesiapan sarana prasarana tersebut meliputi ruang kelas dan perpustakaan. Kondisi kelas harus nyaman dengan luasan yang ideal untuk jumlah peserta didik yang ada. Selain itu ruang kelas harus bersih dan mendapat pencahayaan yang cukup serta memiliki sarana pendukung pembelajaran seperti meja dan kursi peserta didik, meja dan kursi guru, papan tulis, almari dan papan pajangan.😊

    BalasHapus
  7. Pertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013
    Pertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal penerapan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di masing-masing sekolah.

    BalasHapus
  8. Yang mungkin bisa dijadikan salah satu indikator keterlaksanaan kurikulum 2013 adalah pada proses penilaian. Selain mendengarkan keluhan secara langsung dari bapak ibu guru tentang ribet dan rumitnya cara menilai secara autentik, tingkat pemahaman dan keterlaksanaan proses penilaian autentik ini bisa dilihat dari daftar nilai yang dibuat oleh guru.

    BalasHapus