KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.
Konsep
dasar pengembangan Kurikulum
Dalam
bahasa latin kurikulum berarti ”lapangan pertandingan” (race course) yaitu
arena tempat peserta didik berlari untuk mencapai finish, Baru pada tahun 1955
istilah kurikulum dipakai dalam bidang pendidikan. Dalam konteks pendidikan
nasional, secara formal kurikulum lebih diartikan sebagai suatu rencana atau
dokumen tertulis. Hal ini bisa dilihat dari pengertian kurikulum sebagai mana
tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, yang
berbunyi bahwa “ kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Bila
ditelusuri ternyata kurikulum mempunyai banya pengertian, adapun sebagian
pengertian menurut para ahli adalah sebagai berikut:
- Kurikulum adalah rancangan
pengajaran atau sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis
untuk menyelesaikan suatu program untuk memperoleh ijazah. (Crow and
Crow).
- Kurikulum adalah kelompok
pengajaran yang sistematik atau urutan subjek yang dipersyaratkan untuk
lulus atau sertifikasi dalam pelajaran mayor, misalnya kurikulum pelajaran
sosial, kurikulum pendidikan fisika (Carter V. Good dalam Oliva, 191:6).
- Kurikulum adalah seluruh pengalaman
siswa di bawah bimbingan guru (Hollis L. Caswell and Doak S. Campbell
dalam Oliva, 1991:6).
- Kurikulum adalah sebagai sebuah
perencanaan untuk memperbaiki seperangkat pembelajaran untuk seseorang
agar menjadi terdidik (J. Galen Saylor, William M. Alexander, and arthur
J. Lewis dalam Oliva 1991:6).
- Kurikulum pada umumnya berisi
pernyataan tujuan dan tujuan khusus, menunjukkan seleksi dan organisasi
konten, mengimplikasikan dan memanifestasikan pola belajar mengajar
tertentu, karena tujuan menuntut mereka atau karena organisasi konten
mempersyaratkannya. Pada akhirnya, termasuk di dalamnya program evaluasi
outcome (Hilda Taba dalam Oliva, 1991:6).
- Kurikulum sekolah adalah konten dan
proses formal maupun non formal di mana pebelajar memperoleh pengetahuan
dan pemahaman, perkembangan skil, perubahan tingkah laku, apresiasi, dan
nilai-nilai di bawah bantuan sekolah (Ronald C. Doll dalam Oliva, 1991:7).
- Kurikulum adalah rekonstruksi dari
pengetahuan dan pengalaman secara sistematik yang dikembangkan sekolah
(atau perguruan tinggi), agar dapat pebelajar meningkatkan pengetahuan dan
pengalamannnya (Danniel Tanner and Laurel N. Tanner dalam Oliva, 1991:7).
- Kurikulum dalam program pendidikan
dibagi menjadi empat elemen yaitu program belajar, program pengalaman,
program pelayanan, dan kurikulum tersembunyi (Abert I. Oliver dalam Oliva,
1991:7).
- Kurikulum mengandung konten (subject
matter), pernyataan tujuan (terminal objective), urutan konten,
pre-asesmen dari entri skill yang dipersyaratkan pada
siswa ketika mulai belajar konten (Roert M. Gagne dalam Oliva, 1991:7).
- Kurikulum adalah sejumlah
pengalaman pendidikan kebudayaan, sosial, olahraga, dan kesenian yang
disediakan oleh sekolah bagi murid-murid di dalam dan di luar sekolah
dengan maksud menolongnya untuk berkembang menyeluruh dalam segala segi
dan merubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan
(Dr. Addamardasyi dan Dr. Munir Kamil).
Masih
bayak lagi pendapat mengenai kurikulum, Namun inti kurikulum sebenarnya adalah
pengalaman belajar yang banyak kaitannya dengan melakukan berbagai kegiatan,
interaksi sosial, di lingkungan sekolah, proses kerja sama dengan kelompok, bahkan interaksi dengan
lingkungan fisik seperti gedung sekolah dan ruang sekolah. Dengan demikian
pengalaman itu bukan sekedar mempelajari mata pelajaran, tetapi yang terpenting
adalah pengalaman kehidupan.
Ada
tiga konsep tentang kurikulum, kurikulum sebagai substansi, sebagai system dan
sebagai bidang sudi.
1.
Konsep pertama, kurikulum sebagai suatu
substansi, suatu kurikulum, dipandang orang sebagai suatu rencana
kegiatan belajar bagi murid-murid disekolah, atau sebagai suatu
perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan
sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun
kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat.
2.
Konsep kedua, adalah kurikulum sebagai
suatu system, yaitu System kurikulum merupakan bagian dari system persekolahan,
system pendidikan, bahkan system mayarakat. Suatu system
kurikulum mencakup struktur personalia, dan prosedur kerja bagaiman cara
menyusun suatu kurikulum, melaksanakan dan mengevaluasi serta
menyempurnakannya.
3.
Konsep ketiga, kurikulum sebagai suatu
bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. Ini merupakan bidang kajian pra ahli
kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai
bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sitem kurikulum.
Adapun
dasar-dasar dalam mengembangkan kurikulum yaitu:
- kuriulum disusun untuk mewujudkan
system pendidikan nasional.
- Kurikulum pada semua jenjang pendidikan
dikembangkan dengan pendekatan kemampuan.
- kurikulum harus sesuai dengan cirri
khas satuan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan.
- kurikulum pada semua jenjang
pendidikan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan , potensi, dan minat
peserta didik dan tuntutan pihak-pihak yang memerlukan dan
berkepentingan.
- kurikulum pada semua jenjang
pendidikan dikembangkan sesuai dengan tuntutan lingkungan .
- kurikulum pada semua jenjag
pendidikan mencakup aspek spiritual keagamaan, intelektualitas, watak
konsep diri, keterampilan belajar, kewirausahaan, keterampilan hidup yang
berharkat dan bermartabat, pola hidup sehat, estetika dan rasa kebangsaan.
2.
Fungsi
dan Cara Mengembangkan Kurikulum
Fungsi
kurikulum ialah sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu kurikulum
berfungsi sebagai:
- Preventif yaitu agar guru terhindar dari melakukan hal-hal
yang tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan kurikulum
- Korektif yaitu sebagai rambu-rambu
yang menjadi pedoman dalam membetulkan pelaksanaan pendidikan yang
menyimpang dari yang telah digariskan dalam kurikulum
- Konstruktif yaitu memberikan arah
yang benar bagi pelaksanaan dan mengembangkan pelaksanaannya asalkan arah
pngembangannya mengacu pada kurikulum yang berlaku
Agar
usaha perbaikan kurikulum disekolah dapat berhasil baik, hendaknya diperhatikan
langkah-langkah pengembangan kurikulum berikut :
- Adakan penilaian umum tentang
sekolah, dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya
dari pada sekolah lain, adanya diskrepansi antara keyataan dengan apa yang
diharapkan bebagai pihak, sumber-sumber yang tersedia.
- Selidiki berbagai kebutuhan, anatara
lain kebutuhan siswa, kebutuhan guru, dan kebutuhan akan perubahan dan
perbaikan.
- Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya, yang
timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut diatas
lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak.
- Mengajukan saran perbaikan,
sebaiknya Dalam bentuk tertulis, yang dapat didiskusikan bersama, apakah
sesuai dengan tuntunan kurikulum yang berlaku, menilai maknanya bagi
perbaikan sekolah dan menjelaskan makna dan implikasinya.
- Menyiapkan desai perencanaanya yang
mencakup tujuan, cara mengevaluasi, menentukan bahan pelajaran, metode penyampaianya, percobaan,
penilaian, balikan, perbaikan, pelaksanan dan seterusnya.
- Memeilih anggota panitaia, sedapat
mungkin sesuai dengan kompetensi masing-masing.
- Mengawasi pekerjaan panitia,
biasanya oleh kepala sekolah
- Melaksanakan hasil panitia
oleh guru dalam kelas. Oleh sebab pekerjaan ini tidak
mudah, kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas
pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini.
- Menerapkan cara-cara evaluasi,
apakah yang direncanakan itu da direalisasikan. Apa yang indah diatas
kertas, belum tentu dapat diwujudkan.
- Memantapkan perbaikan, bila
ternyata usaha tu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya.
Daftar pustaka
Anonim. 2016. Dasar Dasar Pengembangan Kurikulum,
http://www.sarjanaku.com/2012/01/dasar-dasar-pengembangan-kurikulum.html,
diakses pada tanggal 16 Oktober 2017.
http://www.sarjanaku.com/2012/01/dasar-dasar-pengembangan-kurikulum.html,
diakses pada tanggal 16 Oktober 2017.
Haryanto,Feri Dwi. 2015. konsep dasar kurikulum,
http://feri.blogs.uny.ac.id/2015/09/29/konsep-dasar-kurikulum, diakses pada
tanggal 16 Oktober 2017.
http://feri.blogs.uny.ac.id/2015/09/29/konsep-dasar-kurikulum, diakses pada
tanggal 16 Oktober 2017.
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan
BalasHapusselain itu,kurikulum sangatlah fundamental yang menggambarkan fungsi kurikulum yang sesungguhnya dalam sebuah proses pendidikan.
HapusSangat membantu sekali, izin copas, dan share 😊
BalasHapusiya,terima kasih smoga bermanfaat
HapusKurikulum sangat membantu proses pembelajaran, kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan sesuai dengan tuntutan lingkungan. Dengan ada nya kurikulum siswa akan lebih aktif dan rasa ingin tahu siswa akan lebih maju 😊
BalasHapusiya,karna Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dijalani oleh peserta didik dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Proses pembelajaran ini berlangsung dalam interaksi antar komponen-komponen peserta didik dan pendidik dengan muatan tujuan pendidikan.
HapusKurikulum membuat kegiatan pembelajaran lebih terarah
BalasHapusiya benar sekali mbak,
Hapuskita harus mendukung sebuah perubahan baik itu kurikulum atau apapun dan sejatinya kita harus menyadari bahwa kurikulum selalu memerlukan pengembangan baru sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Justru suatu kurikulum akan tidak relevan lagi jikalau masyarakat berkembang begitu cepat sementara kurikulum masih berkutat pada masa lalu.
BalasHapusAgar tujuan pendidikan sesuai dengan yang d tentukan dan yang di amanatkan oleh pemerintah,maka selalu lirik kurikulum sebelum melakukan tugas 👍
BalasHapusbetul sekali,terima kasih saran nya buk.
Hapusdengan adanya penyempurnaan kurikulum rambu-rambu pelaksanaan pendidikan akan dapat mengimbangi kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang kita rasakan saat ini
BalasHapusDengan adanya Kurikulum membuat pendidikan jadi semakin terarah, dan terprogres, tentunya penyempurnaan dari kurikulum sendiri masih terus diupayakan mengingat teknologi dan kemajuan perkembangan zaman dalam dunia pendidikan..
BalasHapusKurikulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar. :)
BalasHapuskurikulum juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.
HapusKurikulum merupakan panduan dalam mengembangkan desain pembelajaran.
BalasHapusPada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran
BalasHapusselain itu bisa juga Sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar para peserta didik
HapusKurikulum adalah rancangan pembelajaran yang di buat oleh pemerintah yang di terap oleh sekolah dalam membimbing siswa untuk memperoleh hasil dari pelajaran yang telah di tentukan.
BalasHapusiya,karna kurikulum itu sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
Hapusbagi seorang guru, harus bisa menerapkan kurikulum yang sudah di tetapkan agar terlaksana proses pembelajaran dengan baik
BalasHapusiya betul sekali mbak.
Hapusmantap gan, bisa nih jadi referensi tugas hehe
BalasHapusiya,smoga bermanfaat
Hapuskurikulum berguna untuk membantu siswa dan guru dalam melakukan proses pembelajaran.
BalasHapusDan Kurikulum dijadikan sebagai alat untuk mencapai suatu tujuanpendidikan, baik itu dalam tujuan nasional, institusional, kurikuler, maupun dalam tujuan instruksional.
HapusPengembangan kurikulum menjadi motivasi jangan kita jadikan sebagai kendala dlam proses pembelajaran
BalasHapusiya betul sekali pak,selain itu pengembangan kurikulum itu merupakan usaha untuk mencari bagaimana rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu lembaga.
Hapusuntuk mengembangkan kurikulum jangan tinggalkan Evaluasi Diri Sekolah, karena dari hasil EDS akan tergambar seberapa jauh kurikulum yang dimiliki sekolah tercapai
BalasHapusKurikulum k13 yang di laksanakan dengan baik di sekolah akan dirasakan manfaatnya kelak bagi anak,
BalasHapusbetul sekali bg rezi
HapusPerbaikan kurikulum dapat melalui EDS.kira kira berapa tahun sekali ya bisa dilakukan evaluasi.
BalasHapusKomponen kurikulum yang berlaku, menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna dan implikasinya.😊
BalasHapuskurikulum adalah kunci penyelenggaraan Pendidikan karena kurikulum memuat segala sesuatu yang wajib di lakukan dan acuan bagi penyelenggara pendidikan. tanpa adanya kurikulum proses pendidikan yang di laksanakan menjadi tidak terarah, berdsarkan hal di atas di harapakan kpada penyelenggara pendidikan wajib memahami kurikulum yg digunakan untuk proses pendidikan yg di lakukan...sebaik2 nya kurikulum juga tidak akan brpengaruh besar yang di timbulkan, tanpa di iringi dengan guru yang berkompeten dan mau serta mampu melaksanakn dan mensosialisasikan dalm lingkungan dunia pendidikan..
BalasHapusKurikulum merupakan acuan dalam proses pembelajaran
BalasHapusKomponen sangat bermanfaat bagi pembelajaran d sekolah dan tidak dapat dipisahkan...
BalasHapusOrang tua peserta didik dan peserta didik juga merupakan salah satu pendukung dalam implementasi Kurikulum 2013. Orang tua peserta didik memberikan dukungan dengan membantu dan mengawasi anak belajar di rumah serta orang tua mendukung adanya Kurikulum 2013 karena hal itu bisa memudahkan anak dalam belajar.
BalasHapusPerubahan kurikulum menuntut kerjasama semua pihak, agar kurikulum yang baru digunakan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.Begitu juga dg K13 yg nerupakan hal baru kita.Agar K13 dpt terlaksana dg baik mari kita pahami dg seksama
BalasHapusKurikulum 2013, menggharuskan guru agar mau kreatif dan inopatif guna meningkatkan pendidikan yg lebih maju yg sesuai dgn tuntutan zaman...wslm....
BalasHapusDalam implementasi kurikulum semua pihak sangat berperan dalam mencpai hasil akhir pembeljaran
BalasHapuskurikulum pada semua jenjag pendidikan mencakup aspek spiritual keagamaan, intelektualitas, watak konsep diri, keterampilan belajar, kewirausahaan, keterampilan hidup yang berharkat dan bermartabat, pola hidup sehat, estetika dan rasa kebangsaan.
BalasHapus